Dinas Lingkungan Hidup Langkat kembangkan inovasi pengelolaan sampah

Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Langkat Sumatera Utara mengembangkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah organik dengan menggunakan lalat atau yang dikenal dengan nama “Black Soldierfly” sebagai media pengurai sampah.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, Tengku Reza Aditya, di Stabat, Jumat.

“Dimana inovasi itu mengambil nuansa melayu yakni “Merampai Berkasih” mengurai sampai menjadi berkah si lalat hitam,”  katanya.

Tengku Reza Aditya menyampaikan inovasi dengan lalat hitam itu disampaikannya dihadapan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Iskandar Zulkarnaen Tarigan, penguji dari LAN Iwan Pujiantoro, Ir Syahril Harahap.

Lalat hitam sangat berguna bagi masyarakat, yang merupakan suatu teknologi tepat guna, dimana selama ini hewan lalat hitam dianggap sebagai hewan pengganggu oleh masyarakat, justru memegang peranan penting dalam pengelolaan sampah.

Ia mengatakan lalat hitam itu diternak atau dikembangbiakkan terlebih dahulu.

“Dimana cara beternaknya mudah bisa kita pancing dari alam liar, dimana pengembangbiakan ini untuk menghasilkan maggot (belatung) terlebih dahulu yang nantinya akan menguraikan sampah,” katanya.

Untungnya bagi masyarakat, larva itu dapat diperjual belikan mulai dari telur hingga pupa dewasa dan juga sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi karena larva itu sangat baik bagi hewan ternak.

Mini larva itu bisa mengkonsumsi sampah dalam dua minggu, dalam perhitungannya 20 gram telur larva yang sudah menetas bisa menghabiskan 100-150 kilogram sampah organik per hari, sebelumnya hanya berksiar 20 persen dari berat awal timbangan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Langkat Iskandar Zulkarnaen Tarigan juga menjelaskan dengan adanya inovasi baru itu pihaknya berharap jumlah volume sampah dapat terurai secara alami.

“Proyek perubahan seperti itu yang diharapkan dapat diterapkan di daerah ini,” katanya.